Are You Millennials?

Are You Millennials?

Are You Millennials? 

Oleh : Muhammad Assad, MSc (Co-Founder Rumah Millennials)

“Anak zaman sekarang sulit diatur, takut gagal dan maunya cepat sukses!”

Seringkali kita mendengar para orangtua mengeluh tentang kelakuan anak-anak zaman sekarang yang berbeda dengan masa ketika mereka masih muda. Jawabannya sederhana, ya karena zaman terus berubah dan melahirkan generasi yang berbeda dari sebelumnya.

Tentu hal yang wajar jika para orangtua mengeluh, karena mereka pasti menginginkan yang terbaik bagi anak-anaknya, terutama dalam hal akhlak. Bukankah itu alasan utama Rasulullah diutus ke muka bumi?

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Bukhari)

Para pakar turut mencermati tentang hal ini dan menganalisa tentang perbedaan karakteristik dari setiap generasi. Banyak literatur demografi dan para ahli yang mulai membahas tentang generasi ini dan sekitar tahun 1993, muncul istilah Gen Y atau generasi millennial untuk menamakan anak-anak yang lahir pada tahun 1980-an hingga tahun 2000. Perilaku para remaja yang lahir di rentang waktu tersebut sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.

Akhirnya generasi tersebut dikelompokkan berdasarkan tahun kelahiran, yaitu Senior (di bawah tahun 1945), Baby Boomers (1946-1965), Gen X (1966-1979) dan Gen Y / Millennial (1980-2000). Generasi millennial memiliki karakteristik melek teknologi (tech savvy), ambisius, tidak menyukai formalitas, menuntut fleksibilitas dalam bekerja dan memiliki semangat ’work hard party hard’. Negatifnya, anak-anak dari generasi ini cenderung kurang ajar, egois, tidak loyal dan sering melanggar aturan.

Generasi millennial juga merasa lebih pintar dan hebat dibanding generasi-generasi sebelumnya karena mereka mengalami transisi dari era analog menuju digital. Perkembangan peradaban dengan revolusi arus informasinya, mau tidak mau berdampak dalam pembentukan gaya hidup setiap generasi yang hidup di eranya. Seperti juga yang terjadi pada generasi millennial yang mendominasi kaum muda saat ini.

Jika Anda pernah memakai handphone nokia di awal tahun 2000, kemungkinan besar Anda termasuk generasi millennial. Jika Anda selalu memfoto makanan saat sebelum dimakan, kemungkinan besar Anda juga termasuk generasi millennial. Dan jika Anda seringkali berantem dengan teman hanya karena salah angle saat difoto sehingga terlihat gemuk, kemungkinan besar Anda adalah generasi millennial.

Di Indonesia sendiri, terdapat sekitar 85 juta generasi millennial, dan saya salah satunya. Berarti lebih dari 1/3 total populasi masyarakat Indonesia adalah generasi millennial yang berdampingan dengan Gen X sebagai dua generasi primer dalam angkatan kerja. Keduanya tentu memiliki karakteristik, etika dan etos kerja yang berbeda.

Perbedaan ini menjadi hal yang menarik untuk dibahas, terutama dalam dunia kerja dan bisnis. Hampir di semua perusahaan saat ini, sebagian besar manajer berasal dari Gen X dengan anak buah generasi millennial. Mayoritas Gen X mengeluh bahwa generasi millennial yang dipimpinnya sulit diatur, tidak disiplin dan bertindak semaunya. Di satu sisi, dalam dunia bisnis, banyak generasi millennial yang sudah menjadi pemimpin perusahaan dari bisnis yang dirintisnya sendiri.

Sebenarnya itu hal yang wajar karena anak-anak millennial terkenal kritis dan selalu bertanya tentang apa yang terjadi. Semua pasti akan ditanya apa sebabnya, darimana asalnya, mengapa bisa terjadi, dan seterusnya.

“Why this, why that. Why oh why…” Makanya tidak heran mereka dinamakan Gen Y (why).

Dalam dunia bisnis, ingin cepat sukses dan tidak mau gagal. Dalam dunia kerja, ingin cepat naik jabatan dan gaji tinggi. Mungkin mereka merasa perusahaan itu milik kakeknya hehe..

Jika Anda adalah generasi millennial, maka bersyukurlah karena peluang sukses lebih besar. Memang dalam satu sisi, Anda sulit diatur dan cenderung cuek. Namun Anda bisa menjadi pemimpin di masa depan dengan value yang dimiliki.

Sekarang bukan zamannya lagi menunggu tua untuk sukses. Perkembangan teknologi yang sangat cepat memberikan dampak besar bagi perubahan di setiap industri. Saat generasi tua banyak yang gaptek (gagap teknologi) dan tidak bisa mengikuti perkembangan zaman, maka di situ peluang anak- anak muda untuk tampil dan menjadi new rising star.

Kini semakin banyak anak-anak muda di bawah umur 40 tahun yang masuk dalam daftar orang-orang terkaya di dunia, seperti Mark Zuckerberg (Facebook, 1984), Dave Morin (1980, Path), Jack Dorsey (Twitter, 1976), Markus Persson (Minecraft, 1979), Brian Chesky (Airbnb, 1981) dan Evan Spiegel (Snapchat, 1990).

Ini artinya, terbuka lebar kesempatan bagi anak-anak muda generasi millennial seperti kita untuk bisa sukses di masa muda, asalkan mau berusaha dan tidak mudah menyerah. Ini menghilangkan anggapan yang berlaku di masyarakat bahwa kesuksesan itu hanya bisa dicapai di usia tua. Saya selalu yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, kecuali menghidupkan orang mati hehe..

Dan akhirnya, sebagai generasi millennial, wajib hukumnya untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa ini ke arah yang lebih baik, yang telah dipupuk fondasinya oleh para founding fathers kita. Mari kita bangun republik ini dengan otak, otot dan kantong kita sendiri.

Merdeka!

Author

Muhammad Assad M.Sc (Co-Founder Rumah Millennials) adalah seorang pengusaha, praktisi keuangan syariah, pembicara internasional dan penulis buku-buku national bestseller. Assad menyelesaikan program S2 Islamic Finance di Hamad bin Khalifa University, Qatar dengan predikat summa cum-laude dan mendapat beasiswa penuh dari Emir Qatar, His Highness Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani. Pada saat kelulusan S2 di tahun 2012, Assad mendapat penghargaan dari First Lady Qatar, Her Highness Sheikha Moza bint Nasser. Saat ini Assad aktif sebagai CEO Rayyan Capital, perusahaan pengelola keuangan dan investasi global yang bergerak di bidang Renewable Energy, Food & Beverages dan Property. Selain itu, juga menjadi Chairman NFQ Group yang fokus membuat program-program edukatif dan inspiratif di bidang kepemudaan. Assad juga diangkat menjadi Duta Wakaf Al Azhar bidang Hubungan International. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *