6 Rules for Millennials from “Proud and Rise” Book

6 Rules for Millennials from “Proud and Rise” Book

#Rules 1 ( Proud and Rise)

Mari samakan arah dan tujuan, singkirkan ego dan saling membahu! Indonesia Kaya atau Indonesia Miskin kelak itu karena kita semua punya tanggung jawab yang sama dalam membangun bangsa ini.. Modal alami KEKAYAAN sudah lebih dari cukupsebagai modal kita berkarya dan berkreasi, tidak cukup banggakah kita? Tuhan memberikan surga dunia untuk Indonesia! Sejarah menorehkan Anak muda Indonesia MAMPU membuat perubahan dan sejarah baru dalam perkembangan negeri ini..Bangkitlah sahabat! Atasilah tantangan dengan membuat sejarah baru untuk anak cucumu kelak…Kalau bukan kita “pemuda pemudi” Ibu Pertiwi, siapa lagi ? Bumi nan Indah ini adalah warisan terindah sepanjang masa dan tak tergantikan. Sudikah kamu mengorbankan segalanya demi ego pribadi, bahkan pundi rupiah yang tak sebanding dengan integritas merah putih? Pemimpin  sejati bukan berjanji tanpa bukti bahkan bergerak atas dasar petisi, TAPI berbicara dengan bukti dan AKSI! BANGKIT dan BANGGAlah sahabat Nusantara…Kita kaya, kita mampu dan kita berdaya!

#Rules 2 ( Proud and Rise)

Saya deklarasikan bahwa saat ini merupakan waktu yang tepat untuk “generasi muda” dari berbagai pelosok negeri untuk unjuk gigi, Now is a momentum for Indonesian Youth Awakening (Kebangkitan Anak Muda Indonesia=KAMI)! Sebagai generasi muda yang bertanggung jawab mari kita “berkaca” pada diri sendiri, apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan diri kita.  Setelah mengenal siapa diri kita, selanjutnya fokuslah pada kekuatan yang kita punya. Nilai diri kita justru terletak pada kelebihan ada didalam diri, bukan faktor dari luar.

Mari kita sama-sama “memantaskan” diri agar kelak setiap kesempatan yang hadir bisa dimaksimalkan sebaik mungkin. Karena hanya sosok anak muda yang “pantas” saja yang berhak menerima tongkat amanah negara ini. Kesempatan akan selalu ada bagi mereka yang mau BERUSAHA. Anak muda yang “tau diri” adalah mereka yang mau BERJUANG untuk bisa berdiri diatas kaki sendiri dan senantiasa belajar untuk pengembangan diri dan negeri.  Ini bukan soal tua atau muda, junior atau senior, pintar tidak pintar, pengalaman atau tidak pengalaman, TAPI ada urusan jauh lebih penting daripada itu, juga pekerjaan rumah bagi setiap generasi yang pernah dan akan hidup dinegeri ini. “Menjaga martabat dan kebanggaan merah putih”!

Tongkat estafet negeri akan bergulir pada anak muda yang memang pantas mendapatkannya. Siapa yang pantas ? Dialah tunas yang  bisa memantaskan diri diberbagai kondisi. Buka mata, hati, pikiran seluas-luasnya. Belajarlah untuk lebih peduli dengan melebarkan pengetahuan dan wawasan setiap detik setiap waktu dan setiap saat. Terus belajar, pantang menyerah dan berusaha untuk merendahkan hati agar terus belajar untuk membumi. Ingatlah! Tongkat kedigdayaan bumi pertiwi hanya pantas dimiliki oleh tunas yang “SIAP TUMBUH” mental, jasmani dan rohani !

#Rules 3 (Proud and Rise)

Menjadi pemimpin diusia muda bukan soal tingkat  pendidikan, tingginya jabatan dan banyaknya harta. Tapi soal “How to make it happen in a nice way” dan “How bring idea into reality”. Kamu bisa saja memimpin banyak orang tetapi tidak bisa mengatur (kehidupan) setiap orang”. Jadilah pemimpin muda yang BIJAKSANA, karena pemimpin itu sosok yang wajib paham bagaimana cara “memanusiakan manusia’. Menjadi Pemimpin bukan soal TUA atau MUDA. Bangkit dan menjamurnya kepemimpinan muda dimana-mana harus dipertanggungjawabkan dengan mulia. Pemimpin itu TANGGUNG JAWAB. Pemimpin itu BERTINDAK. Pemimpin itu RENDAH HATI. Banyak harta, kaya raya sah-sah saja. Asal hidup tetap SEDERHANA. Pemimpin itu AMANAH. Pemimpin itu PEMBELAJAR. Pemimpin itu LAPANG DADA Pemimpin itu DUA ARAH, ada situasi ketika kamu memimpin dan dipimpin, jalani kedua peran itu dengan maksimal dan sepenuh hati. Siapa yang memimpin dan siapa yang dipimpin merupakan simulasi kehidupan, kita harus akrab dengan kedua kondisi tersebut.  Pemimpin itu MELAYANI tanpa pamrih. Pemimpin bukanlah dewa, yang selalu benar dan sempurna. Tapi Pemimpin sejati adalah mereka yang berusaha selalu menjaga kebenaran dan kesempurnaan. Sahabat terbaik dari kepemimpinan sejati ialah sikap santun dan perbuatan . Guru terbaiknya   ialah kesalahan, waktu dan perjalanan. Murid terbaiknya ialah keberkahan dan kehormatan. Kepemimpinan diri itu abadi dan sejati… Selamat menjadi pemimpin muda yang PANTAS. Selamat memegang amanah sahabatku, jagalah nama besar dan martabat bangsa yang indah ini!

#Rules 4 ( Proud and Rise)

Bangkitlah sahabat mudaku dipenjuru tanah air! Kenali dirimu sebaik-baiknya! Bangkit berarti TERSADAR! Sadar kalau kehidupan kita didunia ini bisa “DIPERJUANGKAN” dengan potensi diri luar biasa yang dimiliki setiap anak mudanya. Potensi itu berupa satu paket kelebihan dan kekurangan yang  sudah di”install” oleh Tuhan Yang Maha Kuasa didalam diri kita. Setiap dari kita punya jalan hidup dan tujuan masing-masing, perjuangkanlah! Teruslah belajar dan mencari makna hidup dijalan yang benar, jalan hidup yang benar hanya bisa dinilai dengan usaha dan perjalanan yang kita lalui. Belajarlah membuka diri dengan segala kerendahan hati. dari siapapun, kapanpun dan dimanapun. Karena sesungguhnya proses pembelajaran itu memuliakan sesama manusia. Bangsa kuat ini butuh anak muda yang berjiwa OPTIMIS dan pantang mengeluh. Optimisme hanya akan bisa diraih dengan kemauan keras untuk maju. Bahwasanya “belajar itu hanya soal kemauan dan berani mengambil pilihan”…. Sesungguhnya belajar adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup dan menjadi pribadi yang mulia dan bermartabat. Belajarlah dari masa lalu, belajar dari berbagai disiplin ilmu supaya kelak tidak menanggung malu… Sesungguhnya memang kesalahan dan pengalaman memang guru yang terbaik. Pembelajar sejati hanya dimiliki oleh pribadi yang rendah hati..Sahabat mudaku senusantara…Selamat menimba ilmu dialam semesta nan indah ini…

You are the Director in Your Own Life Journey Film! You have rights to choose life as you want to be! Prepare Your Future from Now! Just make sure pick the best way for yourself…

#Rules 5 (Proud and Rise)

Mulailah membangun “Personal Branding” dengan (1). Mengenali Diri Sendiri (Knowing WHO you are), (2).Melakukan sesuatu berdasarkan apa yang disukai (Doing something that you Love) dan (3). Berusaha mendapatkan keuntungan dari apa yang kamu lakukan (Making profit from it). Seorang yang sukses dipastikan ia memiliki citra diri yang bagus, karena ia berhasil menjaga dan mempertahankan konsistensinya. Jagalah dan kembangkan karakter kamu agak semakin positif , karena itu mempengaruhi penilaian orang lain terhadap diri kamu. Perhatikan bahwa ‘luaran’ dan ‘isi hati” sejalan, karena itu mencerminkan isi atau siapa diri kamu yang sebenarnya.

Personal Branding itu seperti layaknya aura yang terpancar dari seluruh badan kita, bisa menjadi positif atau negatif tergantung bagaimana kita menampilkannya. Banggalah terhadap apa yang ada didalam diri kamu, belajarlah bangga menjadi diri sendiri. Setiap dari kita dilahirkan kedunia ini dengan segala kelebihan dan keunikan yang ada, terimalah apa adanya.  Konteks personal branding (citra diri) berbicara tentang kelebihan diri, bukan berusaha menjadi seperti orang lain. Jangan pernah menjadi orang yang bukan diri kita . Kamu harus jadi orang yang ‘berbeda’ dan yakin terhadap segala kelebihan dan kekuatan yang ada dialam dirimu. Jangan pernah bermimpi untuk menjadi orang lain, mereka hanya contoh dan inspirasi bagi kita untuk terus berjuang dan percaya pada diri sendiri. Kuncinya pilihlah jalan hidup yang kamu yakini dengan penuh tanggung jawab, konsistensi dan komitmen yang kuat…Jadilah anak muda Indonesia yang SEUTUHnya!

#Rules 6 ( Proud and Rise)

Wahai sahabatku dipelosok negeri…hidup didunia hanyalah hadir satu kali. Nasib tanah air berada dipundak ini, dimana keadaan, harkat dan martabat masa depan suatu bangsa dipertaruhkan. Tidak hanya untuk kita tapi untuk orang-orang yang kita kasihi serta kehidupan kita dimasa yang akan datang. Ibarat matahari ditengah hari, usia muda adalah fase paling produktif untuk berkontribusi dan berkarya aktif. Kurang bukti apa lagi?? Mereka sudah membuktikan bahwa “KITA itu BISA”. Bisa berjuang, Bisa Bangkit, Bisa mengukir sejarah dan Berprestasi. Ubah cara pandang dan pola pikirmu kearah yang positif dan optimis! Kita punya kekuatan dan momentum ‘emas’ yang tidak pernah bisa diulang. Tegakah kamu membiarkan bangsa ini tidak merasakan kebangkitan lagi ?

Masalah bangsa adalah masalah kita bersama.. Mari bakar kembali semangat untuk maju dan berjuang dengan cara yang terpuji.  Kalau mau diakui belajarlah untuk peduli dan beraksi! Sudah terlalu lama kita berdiam diri. Berdiam dan menunggu adalah sikap pengecut dan “parasut” bagi negeri seindah ini. Jangan tunggu teman dan orang lain untuk bangkit. Bangkit dari krisis semangat, krisis kepedulian dan minimnya unsur kritis pemuda saat ini.  Bangkit adalah hak setiap anak muda negeri ini untuk berdiri dan berprestasi atas nama diri sendiri. Alam akan selalu memilih ‘anak muda’ yang berjuang, optimis dan pantang menyerah sebagai pemimpin dan tombak bangkitnya negeri tercinta ini.  Mari kendalikan diri kita untuk terus memperbaiki diri menjadi lebih baik di universitas kehidupan ini, pertahankan terus keyakinan dalam diri. Jadilah kebanggaan negeri  dengan menjadi pemenang dalam “permainan hidup” didunia ini, sesungguhnya kemenangan adalah ketika kita bisa menciptakan masa depan yang cerah bagi setiap anak muda dinegeri ini. Negeri ini butuh aksi bukan janji. Masa lalu adalah bukti…Masa sekarang itu “pasti”..Masa depan adalah Janji.. Janji membawa terbang negeri ini. Sebuah Janji yang wajib ditepati! Indonesia adalah Indonesia.. Harapan saya semoga kita memang ditakdirkan menjadi bangsa yang maju..Ingatlah kita harus menjadi diri sendiri dibangsa sendiri. Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika adalah kompas kita bersama untuk melangkah lebih maju!

Think Globally, Act Locally!  This is our time! This is our momentum! This is our “golden” era to make it something BIG to this nation! Kalau tidak mau sakit, mari kita bangkit, bawa negeri indah ini setinggi langit…Kalau tidak MAU bangkit, siap-siaplah terjangkit  “penyakit”!

 

Author :

Buku “Proud and Rise” ditulis oleh Taufan Akbari dan William Lautama pada tahun 2013 silam.

2 Comments

  1. Salam nusantara anak negeri kuningan siap ikut serta berjuang..this is indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *