Apa millennials masih punya nasionalisme?

Apa millennials masih punya nasionalisme?

RumahMillennials.com | Nasionalisme adalah suatu cara mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia yang memiliki tujuan yang sama dalam mewujudkan kepentingan nasional, nasionalisme juga merupakan rasa ingin mempertahankan negaranya.

Belakangan ini nasionalisme generasi millennials dianggap semakin menurun. Hal tersebut karena generasi tua menganggap bahwa generasi millennials tidak pernah ikut turun tangan atau terkesan cuek dalam masalah yang ada. Contohnya adalah, kurangnya mahasiswa yang melakukan aksi demo. Mahasiswa dianggap kurang kritis dalam menanggapi isu-isu sosial yang terjadi di Indonesia. Padahal, apakah suatu nasionalisme hanya dapat dinilai dalam aksi nyata seperti turun dijalan?

Generasi millennials selalu dikaitkan dengan hal buruk yang terjadi di negara ini. Generasi pemalas, Generasi cepat saji (karena hanya mau hal yang praktis saja). Generasi tua kurang membuka mata dan hatinya, dalam memberikan kesempatan bagi generasi millennials untuk berkarya. Mereka lupa, bahwa ada banyak hal yang telah diciptakan oleh generasi millennials.

Dalam dunia politik contohnya. Kampanye politik sekarang ini dapat dikatakan didominasi oleh generasi millennials, kita dapat melihat di situs youtube, terdapat banyak karya anak Indonesia yang memberikan suaranya disana. Contohnya adalah kampanye Jokowi-JK yang digarap oleh CameoProject.

Generasi millennials tidak kekurangan nasionalisme, hanya saja caranya saja yang berbeda dengan generasi tua.

Salah satu aksi nyata generasi millennials dalam rangka nasionalisme adalah meningkatnya perusahaan startup digital di Indonesia.

Startup adalah merupakan sebuah perusahaan muda yang baru mulai berkembang. Startup sendiri biasanya dibangun untuk menyelesaikan masalah sosial yang ada di suatu negara. Di negara salah satunya adalah Tokopedia, Tokopedia menyelesaikan masalah betapa susahnya mencari barang yang kita butuhkan, ditambah lagi terbuangnya waktu dan tenaga yang kita keluarkan demi mencari satu barang saja. Tokopedia hadir dengan solusi belanja online yang menyediakan banyak pilihan dan sangat praktis. Cukup dengan pilih dan bayar barang, maka dalam waktu beberapa hari pesanan anda akan sampai. Pertanyaan saya, siapa yang membuat Tokopedia? Dialah William Tanuwijaya. Berapa umurnya sekarang? 35 Tahun. Ya, William Tanuwijaya merupakan anggota dari generasi millennials.
Tidak hanya Tokopedia, founder dari beberapa startup lainnya yang berada di Indonesia juga termasuk Millennials, seperti Nadime Makarim (CEO- Gojek) dan juga Achmad Zaky (CEO bukalapak).

Masih kurang? Ada Kitabisa.com suatu platform yang menyediakan saran untuk anda yang membutuhkan bantuan. Situs ini memudahkan kita yang ingin mendonasikan apa yang kita miliki atau membantu orang lain yang membutuhkan dalam satu click. Siapakah yang membuat platform ini? Mereka adalah Alfatih Timur dan Vikra Ijas. dan mereka merupakan salah satu bagian dari generasi millennials.

Bagaimana, apakah anda masih meragukan nasionalisme generasi millennials?
Menurut saya pernyataan bahwa Generasi millennials tidak memiliki rasa nasionalisme merupakan hal yang tidak tepat. Generasi millennials masih memiliki rasa nasionalisme, tetapi dengan cara yang berbeda. Hanya, masyarakat dan pemerintah perlu membuka mata terhadap bentuk modern dari nasionalisme yang dimiliki generasi millennials. Dan untuk generasi millennials, mari kita buktikan bahwa nasionalisme tidak pernah hilang dari diri kita!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *