5 Alasan Millennial Menentukan Kesuksesan Setiap Bisnis

5 Alasan Millennial Menentukan Kesuksesan Setiap Bisnis

“Ide – ide paling kreatif tidak akan datang ketika duduk seharian di depan monitor,” – Scott Birnbaum, Vice President of Samsung Semiconductor.

RumahMillennials.com | Setiap bisnis memiliki dua peluang, Mempelajari dan Merangkul konteks yang berkaitan dengan Millennial dan Menghindari konteks yang berkaitan dengan Millennial dan menjadi irelevan. Setelah melakukan wawancara mendalam dengan lebih dari 2000 orang dari generasi millennial, Richie Norton, seorang Entrepreneur yang juga menjadi konsultan bisnis memaparkan data hasil wawancaranya.

Norton tanpa ragu, masa depan cerah akan dimiliki semua generasi yang mendukung “Pergerakan Millennial.” Inilah 5 alasan millennial menentukan kesuksesan setiap bisnis:

1. Millennial tidak membutuhkan kantor yang mahal, karena tidak penting dan tidak menyenangkan.

Tantangan dari generasi sebelumnya adalah mental yang dibangun dengan model tiga tahap:

  • Disini dimana orang – orang hidup.
  • Disini dimana orang – orang bekerja.
  • Disini dimana orang – orang akan bekerja dan pulang.

Namun, generasi millenial tidak berpikir demikian. Mental sejenis itu sudah usang. Generasi Millennial akan menanyakan “Mengapa tidak mengadakan pertemuan virtual?”

Bagi para pebisnis, jumlah uang yang dapat dihemat untuk gedung, komputer, dan produk – produk lain sangat fantastis. Millennial sangat sederhana, yang dibutuhkan oleh mereka hanyalah komputer dan ponsel cerdas, dan terpenting, tujuan – tujuan yang ingin dicapai. Jika para pebisnis ingin bertemu secara personal, banyak tempat menyediakan dan menawarkan tempat pertemuan dengan tarif per jam atau harian.

2. Millennial lahir di era digital. Mereka mampu menyampaikan hasil dengan cepat, lebih baik, dan lebih murah.

Millennial dilahirkan dengan kepercayaan bahwa karena teknologi:

  • Mereka bisa hidup dimanapun mereka mau.
  • Bekerja dimana saja.
  • Pergi dan datang sebagaimana dibutuhkan.

Apakah mereka salah? Tidak. Mereka tidak salah.
Bukannya millennial yang malas atau banyak minta atau banyak mengeluh. Mereka berbicara dalam konteks yang belum dipahami oleh para pebisnis dari generasi sebelumnya. Persepsi mereka tentang masa sekarang dan masa depan cenderung lebih akurat dari pekerja generasi sebelumnya.

Generasi millennial dapat hidup dimana saja dan bekerja dimana saja di belahan dunia. Penelitian menemukan bahwa hasil terbaik dari pekerjaan seseorang terjadi di luar tempat kerja mereka. Sebuah penelitian menemukan, hanya 16 persen dari pekerja menemukan inspirasi kreatif ketika di tempat kerja. Ide – ide kreatif cenderung didapat ketika di rumah, di kendaraan umum, dan di tempat rekreasional.

Oleh karena itu, konsep untuk duduk diam di kantor dan didepan monitor dari pukul 9 pagi sampai dengan pukul 5 sore adalah lingkungan kerja terburuk untuk ide kreatif dan inovatif. Mungkin model ini berlaku unutk pekerja industri.

3. Millennial akan memilih sebagai gelandangan yang mengelilingi dunia daripada untuk hidup terpenjara dalam lingkungan korporasi.
Kebanyakan generasi millennial tumbuh dengan mendengarkan orang tua mereka mengeluh tentang pekerjaan mereka dan ketidakmampuan mereka untuk pensiun. Kebanyakan millennial memilih untuk tidak melakukan apa yang dilakukan orang tua mereka karena mengakibatkan stress yang tinggi.

Millennial memilih untuk hidup saat ini dan menghasilkan uang selama perjalanan hidup mereka.
Bagi mereka, hidup tidak perlu menyebalkan, begitu juga pekerjaan.

4. Millennial memiliki alasan untuk percaya bahwa mereka akan sukses daripada tantangan dan hambatan yang ada.
Banggalah menjadi millennial. Mereka menghidupi setiap perkataan motivasional dan catatan resolusi mereka. Mereka akan melakukan segalanya untuk mencapai apa yang mereka impikan.

5. Millennial tumbuh dengan Result Only Work Environtment (ROWE).
Perusahaan tidak perlu menambahkan meja ping pong ataupun hiburan lain di tempat kerja.
Jujur saja, apakah sebagai pebisnis, akan memperdulikan jika millennial mampu menyelesaikan pekerjaan mereka di luar tempat kerja?

Jika perusahaan fokus pada hasil dan hasilnya memuaskan, tidak akan ada masalah.
Faktanya, kebanyakan millennial akan lebih memilih untuk menjadi pekerja kontrak independen. Hal ini akan menguntungkan bagi perusahaan dan pekerja. Pekerja kontrak adalah hal baik untuk perusahaan karena pekerjaan akan lebih sedikit memakan biaya, selesai tepat waktu, dan tidak membutuhkan biaya untuk membayar pajak pegawai serta asuransi kesehatan.

Pekerja kontrak adalah hal baik untuk millennial karena:

  • Mereka bisa mengambil beberapa pekerjaan sekaligus.
  • Mereka bisa terbebas dari ruang kerja terbatas.
  • Mereka bisa memilih asuransi kesehatan berdasarkan kebutuhan mereka.

Ketika sebuah perusahaan mempekerjakan millennial pada kapasitas ini, perusahaan akan dikejutkan dengan hyper-engagement pada bisnis selalu ada dan bekerja. Bisa saja mereka melakukannya melalui dari ponsel cerdas mereka ketika sedang berada di atas gunung. Dan hal itu adalah hal yang baik.

Millennial akan memberikan perusahaan pekerjaan terbaik mereka. Perusahaan akan mendapatkan hasil yang diinginkan dan setiap bisnis akan mencapai kesuksesan.

Masih meragukan kemampuan millennial dalam melakukan pekerjaan?
Anda bisa melihat pekerja – pekerja industri raksasa seperti Apple dan Google yang kebanyakan mempekerjakan pemuda lulusan baru sebagai bagian dari mereka. Dan hasilnya? Perusahaan yang semakin besar dengan pendapatan yang semakin besar.

Ellysabeth Ratih Dwi Hapsari W.
(Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNDIP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *